Sekilas tentang Bambang Noorsena

.PROFIL BAMBANG NOORSENA.

 alias  

K P.  S e n o  A d i n i n g r a t

Di jagad pemikiran nasional, nama Bambang Noorsena telah menjadi fenomena tersendiri. Dari rekam jejaknya sebagai seorang intelektual, Bambang Noorsena dikenal sangat konsisten, bahkan ketika kalangan Kristen dan Muslim mula-mula menolaknya, ia cenderung “melawan arus”.  Meskipun mula-mula ia laksana “menempuh jalan sepi”, namun akhirnya pemikiran-pemikirannya “booming” di aras nasional, dan kini mulai merambah ke forum internasional. Uniknya, ia tetap menolak menjadi pendeta, sehingga ISCS (Institute for Syriac Christian Studies) yang digagasnya, lebih dikenal sebagai “komunitas biara tanpa jubah”.

Bambang Noorsena menulis sejak mahasiswa, bukunya yang terbit pertama Telaah Kristis Injil Barnabas.  Pada tahun 1995 dimulai melakukan riset mengenai gereja-gereja Timur di Yordan dan Syria, dan The Dead Sea Scrolls di Israel, hingga secara khusus mengambil studi di Cairo, Mesir (2003-2005) telah ditanggapi publik Islam dengan cukup baik. Mulai 1998 jagad pemikiran intelektual Islam aras nasional  – seperti Alm. Gus Dur (K.H. Abdurrahman Wahid, mantan Presiden RI ke-4) dan Alm. Cak Nur (Dr. Nurcholish Madjid). Prof. Dr. K.H. Said Aqiel Siradj, MA, Prof. Dr. Jalaluddin Rakhmat, Prof. Dr. Ahmad Syafi’i Ma’arif, Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, dan masih banyak lagi – menyambut positif pemikiran-pemikiran dan terobosan-terobosan Bambang Noorsena dalam dialog teologis Kristen-Islam.

Pelayanan Bambang Noorsena “passing over” (melintas batas) interdenominasi, interreligius, dan interkultural. Dalam rangka itu, Bambang Noorsena tidak hanya menulis buku-buku rohani, tetapi juga terlibat dalam “pertarungan wacana intelektual”, baik dalam dunia sosial politik, maupun sastra dan budaya. Misalnya, ketika “dunia anak-anak muda Muslim” menggandrungi Kahlil Gibran, ia terpanggil menulis tentang sosok sang penyair, karena jarang orang Indonesia mengetahui bahwa Gibran adalah seorang Kristen. Maka lahirlah buku Kahlil Gibran: Yesus Yang Disalib (Jakarta: Nisita, 2003), yang tak kurang telah diresensi dalam bahasa Perancis oleh Etianne Naveau, “Bambang Noorsena:  Un traducteur de Khalil Gibran à la Richerche du Christianisme Oriental” (Bambang Noorsena: Penerjemah Kahlil Gibran dan Kristen Timur” (2005). Sedangkan pemikirannya mengenai dialog Kristen-Islam, telah diapresiasi di dunia internasional oleh guru besar INALCO, Paris, tersebut, melalui artikelnya yang khusus mengangkat sosok Bambang Noorsena, “Le dialogue Islamo-chrétien selon Bambang Noorsena” (Dialog Islam-Kristen a la Bambang Noorsena”), yang dimuat jurnal  Archipel, No 81, 2011.

Sebelumnya, Bambang Noorsena juga menulis buku Religi dan Religiusitas Bung Karno (Kata Pengantar: Presiden RI. Alm. K.H. Abdurrahman Wahid), telah secara luas disambut publik lintas agama di Indonesia, dan mendapat perhatian khusus dari koran berbahasa Belanda, De Telegraph (Juni, 2001). Dalam pengembangan wacana kebangsaan, Bambang Noorsena juga sering diundang oleh beberapa media TV nasional (“Dialog Aktual” TVRI, “Barometer” SCTV), dan wawancaranya mengenai relasi Islam-Kristen di Timur Tengah bersama Duta Besar Palestina, Fariz Nafi Al-Mehdawi dan Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, ditayangkan TVN dan TVRI, 27 Desember 2009). Pada waktu kon-troversi Undang-undang Penodaan Agama, Bambang Noorsena menjadi salah satu saksi ahli dalam juridical review Undang-undang Nomor 1/PNPS/1965 di Makhamah Konstitusi, Maret 2010. Juga menjadi salah satu nara sumber sosialisasi Empat Pilar Bangsa dan Negara di MPR RI, khususnya mengenai pilar “Bhinneka Tunggal Ika” (Juli, 2011).

Sekalipun ia seorang Kristen, tetapi ia juga sering diundang sebagai narasumber oleh komunitas lintas agama. Keberhasilannya “menembus kebuntuhan dialog teologis Kristen-Islam” diakui oleh Prof. Karel A. Steenbrink, Ph.D., Guru Besar kajian Islam pada Universitas Utrech, Belanda: “…. Bambang Noorsena, bestaat veel draagvlak, juist ook bij Moslims. Hij iis daarmee een belangrijk vertegen-woordiger van heel apart soort theologische dialoog geworden” − Bambang Noorsena, karya-karyanya jauh lebih luas dan relevan, khususnya di kalangan Muslim. Tampaknya, pendekatannya bisa dipromosikan sebagai model dialog teologis Kristen-Islam (www. Interreligieeuze-werplaats.nl/ portal/doc). Sementara “malang melintang” di dunia lintas agama, Bam-bang Noorsena terus berakar dan tekun dalam pelayanan antar denominasi gereja, dari memenuhi undangan pelayanan di gereja-gereja Protestan, Kharismatik/ Pentakosta, hingga beberapa kali diundang untuk memberikan homili (khotbah) di Gereja Katolik, sekalipun ia bukan seorang imam atau pastor. Pemikiran-pemikirannya tidak hanya diterima oleh umat Kristen di tanah air, tetapi juga disambut di negeri-negeri tetangga, seperti Malaysia, Filipina dan Thailand. Beberapa artikelnya diterjemahkan dalam bahasa Thai, Ismael Tirak: Ruam Sang Khasanakati Tidi Nai Khanyuruam kan Kapphukon Tangsanana (Mencintai Ismail: Membentuk Paradigma yang lebih baik dalam Hidup Bersama dengan Umat Agama Lain),  dan menjadi rujukan dialog Kristen-Islam atas dukungan Bangkok Evangelistic Center dan Bethany International Church, Bangkok, dan masih banyak lagi sambutan dari dalam dan luar negeri. Alumnus Kajian Bahasa Arab dan Perbandingan Agama pada “Dar Comboni for Islamic Intitute”, Cairo, Mesir, ini, kini adalah kandidat Doktor Ilmu Hukum Pidana pada Universitas Brawijaya (UB) Malang.

Buku-buku karyanya antara lain: (1) Telaah Kritis Injil Barnabas; (2) Antara Bayangan dan Kenyataan; (3) Menuju Dialog Teologis Kristen-Islam; (4) Menyongsong Sang Ratu Adil; (4) Renungan Ziarah ke Tanah Suci; (5) Kahlil Gibran: Yesus Yang Disalib; (6) Religi dan Religiusitas Bung Karno; (7) The History of Allah; (8) Jangan Sebut Saudaramu Kafir; (9) Haruskah Anda Percaya kepada Saksi-saksi Yehuwa; (11) Fenomena Dajjal; (12) The Dead Sea Scrolls: Mengguncang atau Mendukung Kekristenan;  (13) Togog Madeg Pandhita (Unitarian vs. Tauhid: “Rasan-rasan” Soal Tuhan di Jagad Punakawan. Selain itu, telah menulis sekitar 200 artikel yang sudah pernah dimuat di TEMPO, KOMPAS, Jawa Pos, Surabaya Pos, dan beberapa jurnal ilmiah serta majalah populer, dan 40 makalah serial dialog Kristen Islam yang disajikan dalam program “Intensive Course on Christian Muslim Theological Dialogue” yang diselenggarakan oleh Institute for Syriac Christian Studies (ISCS) dan Paguyuban Amin. Beberapa “Bunga Rampai” tulisannya yang lain, dimuat dalam bentuk Bunga Rampai, antara lain: “Bhinneka Tunggal Ika” dan ‘Passing Over’ Spiritualitas Bung Karno”, dimuat dalam Sularto (ed.), Berdialog dengan Sejarah: 100 Tahun Bung Karno (Penerbit KOMPAS, Jakarta, 2001); “Kristus Pun “Naik Haji” Ke Yerusalem” dimuat dalam Elza Peldi Taher (ed), Merayakan Kebebasan beragama: Bunga Rampai 70 Tahun Djohan Efendy (Penerbit ICRP dan KOMPAS, Jakarta, 2010), dan masih banyak lagi. Buku-buku yang sedang dipersiapkan akan terbit: (1) Nusantara di Ambang Sejarah; (2) Peranan Hukum Adat dalam Politik Hukum Majapahit; dan Sirna Ilang Kertaning Bhumi: Meluruskan Sejarah Runtuhnya Negara Nasional Kedua, dalam rangka menjelang suksesi nasional 2014.

 

About these ads

Posted on February 6, 2012, in Biography. Bookmark the permalink. 9 Comments.

  1. selamat atas munculnya blog baru,semoga setiap pengunjung bisa mendapatkan pencerahan.

  2. boleh juga mas, udah jarang yg serius mengkaji toleransi sampe ke akar iman…..

  3. שלום
    Abba Noor…selamat atas munculnya blog baru, sebagai pelepas dahaga bagi santri-santri mu yang sudah lama nggak “mampir ngombe”…….אל מלך נאמן.

  4. penting untuk mengetahui kebenaran….

  5. selamat sore mas bambang, kita pernah ketemu sewaktu seminar di Semarang beberapa tahun lalu. saya pernah menjelaskan konsep kalimatullah ternyata saudara kita menjawab bahwa kalimatullah itu ciptaan dan mahkluk lalu bagaimana ya menyambung pembicaraan dengan topik ini?

  6. mohon maaf teman2 pengunjung kalau utk waktu yg panjang blog pak Bambang ini tidak diupdate, mengingat kesibukan beliau dan juga petugas yg menangani blog ini sdh tidak bisa aktif kerja di tempat kami. demikian harap dipermaklum.

  7. Shalom para sahabat BNC, Mohon maaf, untuk waktu yang lama blog ini tidak aktif. Saya sangat memahami kerinduan para sahabat untuk berkomunikasi dengan saya. Saya akan kirimkan beberapa artikel yang baru. Todah Rabba, Syukran jazilan.

  8. Shalom. Ini alamat email Pak Bambang: iscs22@yahoo.com
    Terima kasih,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: